Home / Artikel / Komunitas Perokok / Peneliti Tak Bisa Hubungkan Rokok dengan Stunting

Peneliti Tak Bisa Hubungkan Rokok dengan Stunting

by suryokoco Rabu, 17 Oct 2018 19:22 691 - Komunitas Perokok

bg-reg

Rokok itu tidak pengaruhnya terhadap stunting atau gizi buruk. Nah jika kita membahas soal stunting, seharusnya peneliti tidak bisa dengan sederhana mengkoneksikan antara perokok miskin, yang sebagian persen uangnya digunakan untuk mengkonsumsi rokok, kemudian mengurangi gizi untuk anaknya, dengan kasus stunting di Indonesia.

Karena ketika seseorang memutuskan untuk merokok, itu saya yakin bukanlah orangtua yang tidak peduli dengan anak. Tentunya setiap orangtua pasti akan mengutamakan kebutuhan anak terlebih dahulu, apalagi untuk urusan makanan yang harus dikonsumsi anak. Mungkin hal itu yang membedakan antara pandangan dari para peneliti dengan realita yang terjadi.

Presiden Indonesia, Joko Widodo, bahkan membuat keputusan tentang penggunaan sebagian pajak daerah untuk membayar BPJS, yang mana pajak daerah itu sendiri sumber terbesarnya berasal dari rokok. Artinya, perokok yang dianggap peneliti dapat menyebabkan stunting pada anak, justru telah menyelamatkan kesehatan masyarakat Indonesia.

Jadi, menurut saya saat ini para peneliti itu membuat penelitian mungkin sudah tidak lagi hanya berdasarkan keilmuan. Dapat dipastikan mereka adalah orang farmasi yang memiliki kepentingan, dengan menyuarakan agar orang berhenti merokok, dan mereka dapat berjualan obat untuk berhenti merokok.

Kemudian jika orang mengatakan bahwa perokok pasif lebih berisiko terkena penyakit dibanding mereka yang aktif merokok, menurut saya itu hal yang tidak logis. Selama ini rokok selalu dikatakan sebagai polusi, yang menjadi satu-satunya penyebab penyakit. Jika demikian, seharusnya asap dari kendaraan pun harus dipermasalahkan karena ikut menymbang penyakit yang diakibatkan dari merokok.

Jika berbicara soal titik tengah, karena rokok dianggap berbahaya, maka harus ada keputusan bahwa perokok harus membayar biaya orang sakit. Artinya, seluruh bea cukai yang dihasilkan dari penjualan rokok harus digunakan untuk biaya pengobatan bagi mereka yang sakit dan tidak mampu membayar mandiri.

Namun, kita harus membuat proses penyadaran kepada masyarakat bahwa merokok hanya boleh dilakukan oleh orang dewasa, dan kita menolak adanya perokok anak. Merokok juga tidak boleh dilakukan disembarang tempat, khususnya tempat yang tertutup. Artinya, para perokok pun harus belajar beretika. (grh)

 

artikel ini pernah diterbirkan : https://www.watyutink.com/opini/Peneliti-Tak-Bisa-Hubungkan-Rokok-dengan-Stunting





0 Comment




Welcome to the community

-
  18
  16/07/2018

Top Member

suryokoco

4

NEWSLETTER