Home / Artikel / Komunitas Perokok / Ada Agenda Tersembunyi Tutup Industri Rokok

Ada Agenda Tersembunyi Tutup Industri Rokok

by suryokoco Rabu, 17 Oct 2018 19:10 586 - Komunitas Perokok

bg-reg

Rencana orang miskin perokok tak menerima bantuan sosial memperlihatkan pemerintah maunya apa jadi nggak jelas. Artinya begini, bila bicara angka-angka dan yang mengakibatkan kemiskinan adalah harga-harga (barang kebutuhan). Itu justru harus dibikin murah agar bisa dibeli orang miskin. Bila ikut alur pikirannya kan begini, harga beras tinggi, orang miskin tak mampu beli. Maka yang harus diturunkan kan harga beras. Agar tidak menambah kemiskinan. Harga telur bagaimana jadi murah. Supaya masyarakat tidak masuk kategori miskin. Termasuk bagaimana harga rokok dibikin murah. Ini malah ada rencana menaikkan harga rokok.

Jadi, niatnya memang ingin menghancurkan industri rokok. Dimulai dari menyasar para perokok. Dan kemudian pada akhirnya akan mematikan para petani-petani tembakau disuruh ganti sayur. Itu agenda besarnya.  

Kalau sekarang pemerintah bilang uang yang semula dihabiskan buat beli rokok sebaiknya dikonversi ke daging atau telur, lebih baiknya dari sisi apanya? 

Yang harus dicari tahu juga, kenapa mereka (orang miskin) perlu merokok, mungkin karena (untuk mengurangi) tekanan hidupnya. Daripada mereka nggak merokok, malah nanti tingkat bunuh diri semakin banyak. Kalau kaya, ketika stres bisa jalan-jalan ke Singapura. Orang miskin bisa apa?   

Ingat, negara menerima pajak dari cukai tembakau sekitar tujuh persen dari total APBN. Hutan yang rusak atau lingkungan yang rusak karena tambang, berapa setorannya ke negara? (Industri rokok) ini tidak merusak lingkungan. Dibilang mengganggu kesehatan, tapi buktinya nggak ada satupun penyakit yang penyebab tunggalnya adalah merokok. Beda dengan pemanis buatan, perasa buatan hingga MSG. Itu jelas (menimbulkan penyakit). Lalu, kenapa (pemerintah) tidak mempermasalahkan yang itu?   

Artinya, di sini ada agenda-agenda yang perlu kita cermati bareng. Sama seperti yang terjadi pada petani kopra dan garam. Jadi, ini semata urusan bisnis. 

Kita juga harus menengok UUD. Dikatakan, "Orang miskin dipelihara negara." Artinya, hak hukum orang miskin mendapat bantuan dari negara. Sekarang ada persoalan, orang miskin tak boleh merokok, kenapa tak sekalian dilarang mengonsumsi penyedap rasa? Atau, tak boleh minum minuman bersoda karena itu juga bikin penyakit. 

Kalau hak konstitusi orang miskin dicabut hanya karena urusan rokok, kenapa rokok tak dijadikan barang terlarang? Iya, kan? Kalau begitu sudah selesai urusannya, negara takkan memberi perlindungan atau memberi bantuan sosial pada mereka yang konsumsi barang terlarang. 

Maka, yang harus jelas dahulu, negara ini maunya apa? Kenapa rokok yang selalu disalahkan? (ade)

artikel ini pernah dimuat di :
https://www.watyutink.com/opini/Ada-Agenda-Tersembunyi-Tutup-Industri-Rokok





0 Comment




Welcome to the community

-
  18
  16/07/2018

Top Member

suryokoco

4

NEWSLETTER